Situs Grand Lamongan News, saat ini masih dalam tarap pembangunan. Untuk sementara bisa diakses melalui www.grandlanews.co.cc. Mohon maaf bila tampilan dan isinya masih sangat sederhana.

Wednesday, February 1, 2012

PENGPROV JATIM DIBEKUKAN, LA MANIA SERBU PSSI

Ratusan suporter Persela Lamongan (LA Mania) hari Selasa (31/1/2012), menyerbu Kantor Sekretariat PSSI mempertanyakan keputusan PSSI yang membekukan Pengprov Jawa Timur.

PSSI terus melanjutkan kebijakan sapu bersihnya terhadap para pengurus yang terus melakukan pembangkangan. Melalui staf ahli PSSI, Udin Mulyono, PSSI membekukan sembilan Pengurus Provinsi PSSI (pengprov). Kesembilannya adalah Pengprov Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung dan Bengkulu. Keputusan itu diambil PSSI setelah kesembilan Pengprov tersebut menghadiri kegiatan organisasi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), organisasi yang tidak diakui oleh PSSI.

PSSI juga memberikan kewenangan penuh kepada PSSI tingkat Cabang Kabupaten/Kota (Pengcab Kab/Kota) untuk menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dan menjalankan tugas Ketua Umum Pengprov.

Terkait hal itu, Selasa (31/1/2012), sebanyak ratusan LA Mania menyerbu Kantor Sekretariat PSSI guna melakukan demonstrasi terkait keputusan komtroversial PSSI itu. LA Mania menyesalkan langkah PSSI yang membekukan sembilan Pengprov PSSI, termasuk Pengprov Jawa Timur dan mengganti Ketua Umum PSSI Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti tanpa alasan yang jelas.

Mereka juga menyatakan bahwa Kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husein dan antek-anteknya makin ngawur dengan melanggar hasil keputusan Kongres Bali. Untuk itu, mereka juga menuntut segera diadakannya Kongres Luar Biasa PSSI.

Dalam melancarkan aksi demonya tersebut, mereka menggelar orasi meminta Djohar Arifin untuk segera turun dari jabatannya dan menuntut segera diadakannya KLB di depan Kantor sekretariat PSSI. Mereka juga membawa spanduk besar bertuliskan diantaranya, 'ISL Diakui FIFA', 'KLB Harga Mati, 'PSSI Bukan Milik Partai, Ingat !!!', 'Pengprov Jatim Berontak, Turunkan Djohar cs', 'Selamatkan Sepakbola Nasional'.

Demo tersebut berlangsung sekitar satu jam, sejak pukul 14.30 hingga 15.30 WIB. Hingga demo usai, tak ada satupun pengurus PSSI yang menemui dan mendengarkan aspirasi dari salah satu stakeholder sepak bola nasional tersebut.[yob]

sumber : inilah.com

AINY HIDAYAT DITUNTUT MUNDUR DARI KETUA LA MANIA

Perpecahan ditubuh Supporter LA-Mania benar-benar tidak bisa dibendung. Ratusan supporter LA-Mania, Selasa (31/1) menggelar aksi demo menuntut ketua LA-Mania mundur dari jabatannya.

Dengan membawa seperangkat alat tabuh dram bund, baner tulisan hujatan kepada ketua LA-Mania Ainy Hidayat, para supporter ini melakukan aksi dengan start terminal Lamongan. Lalu dilanjutkan long march dari jalan Sunan Giri, Jalan Basuki Rahmat, mengelilingi alun-alun, dan menuju kantor Pemkab.

Di depan kantor Pemkab tersebut, para supporter terus berorasi dan menuntut mundur ketuanya dari kursi ketua LA-Mania, karena semasa menjalankan roda kepengurusan dinilai telah keluar dari rel AD/ART. "Kami sudah tidak percaya lagi dengan Ainy Hidayat" teriak supporter dengan nada lancang. Tidak hanya itu saja baliho besar juga terlihat menghiasi dalam aksi tersebut, yang bertulisan hujatan.

Tulisan yang dibawa oleh para aksi bermacam kecaman, mulai dari sekarang ketua LA-Mania sudah tidak lagi dijabat Ainy Hidayat, Revolusi harga mati, Dayat Go To Hill, Satu kata Dayat harus turun, Persela Yes, Supporter Yes, Dayat No, Uang LA-Mania kemana ?, dan masih banyak tulisan lainnya.

"Sudah saatnya ketua LA-Mania harus turun dari jabatannya, karena dalam perjalannanya mereka telah mencidera AD/ART yang dimiliki oleh LA-Mania, apalagi tiga kali jabatan adalah sudah kelewat batas,"teriak salah satu supporter dalam orasinya.

Usai berorasi, perwakilan supporter akhirnya diterima oleh ketua harian Persela yang juga asisten manager Persela Yuhronur Efendi diruang kerjanya. Dihadapan Yuhronur, Nugroho yang juga mantan ketua LA-Mania mendesak kepada Pengcab PSSI untuk memberikan mosi tidak percaya kepada ketua LA-Mania saat ini, dan mereka juga melaporkan berbagai kecurangan yang dilakukan oleh pengurus dibawa kendali oleh Ainy Hidayat.

"Tolong karena ketua LA-Mania sudah banyak kesalahan dan kecurangan yang dilakukannya, kiranya kami tidak akan tinggal diam, saya deadline sampai 14 Februari mendatang belum juga ada solusi, tribun timur akan kami ambil alih,"kata Nugroho dalam kesempatan itu.

Mendengar tuntutan itu, Yuhronur berjanji akan mempertemukan kedua belah pihak untuk mencarikan jalan solusi yang terbaik. "Dalam waktu dekat paling lambat sebelum 15 Februari, kedua belah pihak akan kita undang dalam satu forum, untuk menyelesaikan konflik kali ini,"janjinya.(jr)

Sumber : surabayapagi.com

PANEN MELIMPAH, HARGA BAWANG MERAH ANJLOK

Petani bawang merah di Kabupaten Bojonegoro mengeluh karena harga bawang merah jatuh berkisar Rp 2.000 - Rp 2.200 per kilogram (kg). Kerugian lebih 50 persen itu sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.

Petani mengeluhkan beban kerugian yang harus ditanggung, sebab harga bawang merah tidak sampai separuh biaya produksi yang dikeluarkan petani. Bahkan, bawang merah juga susah laku sehingga hanya ditumpuk di gudang dan mulai membusuk.

"Dalam satu hektare hanya bisa mendapat uang Rp 12 juta, sedangkan pengeluaran per hektare mencapai Rp 20 juta," kata Pujianto, salah seorang petani bawang merah asal Kepohbaru. Sentra bawang merah di Kecamatan Kepohbaru terdapat di Desa Jipoh, Nglumber, Sumberagung dan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut petani itu, anjloknya harga bawang merah lokal tidak terlepas dari pengaruh impor bawang merah yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Impor bawang merah mengakibatkan melimpahnya pasokan sehingga harga bawang merah lokal anjlok. Seharusnya kalau saat panen, harga bawang merah bisa laku Rp 7.00 – 8.000 per kg. Walaupun murah, petani terpaksa menjual bawang merah karena kalau terlalu lama ditimbun bisa busuk.

Sebenarnya selama ini petani sudah terbiasa dengan fluktuasi harga bawang merah. Namun, kali ini petani tidak sanggup menghadapinya.  Mereka berharap kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perdagangan, agar membatasi dan mengendalikan impor bawang merah. 

Banyak petani terlilit utang karena merugi. Dengan biaya produksi Rp 20 juta per hektare, mereka hanya mendapat Rp 10 juta sampai Rp 12  juta per hektare. [oel/yud]

Sumber : blokBojonegoro.com

SETGAB SEPAKATI PT 4 PERSEN

Sekretariat Gabungan (Setgab) partai koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepakat ambang batas masuk parlemen atau yang biasa disebut parliementary treshoold (PT) pada Pemilu 2014 di angka 4 persen.

Angka itu naik dari 2,5 persen, pada Pemilu 2009. "Hasil rapat sangat baik. Kami sepakat PT naik 4 persen," kata Sekretaris Setgab Syarief Hasan, di Jakarta (31/1/12).

Syarief menjelaskan, kesepakatan itu diambil pada rapat Setgab yang digelar Kamis (26/1) malam. Hadir pada rapat itu perwakilan lima fraksi yang bergabung dalam Setgab. Yakni, Ade Komarudin (Golkar), Jafar Hafsah dan I Gede Pasek Suardik (Demokrat), Hazrul Azawar (PPP), Totok Daryanti dan Viva Yoga Mauladi (PAN), Muh Hanif Dhakiri dan Ana Muamana (PKB). Sedangkan perwakilan F-PKS tidak hadir dengan alasan sibuk.

Menurut Syarief, yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Golkar tetap menginginkan PT naik hingga 5 persen. Sedangkan PKB menginginkan tidak sampai 4 persen tapi antara 3 hingga 3,5 persen.

Namun, Syarief melanjutkan, semuanya sudah punya kecenderungan yang sama yaitu 4 persen, sebagai jalan tengah atas penetapan PT. Diakuinya, kepastian penetapan angka 4 persen itu bergantung pada pembahasan RUU Pemilu di DPR.

Hanya saja, dengan kesepakatan di Setgab, menurut Syarief, diharapkan bisa diteruskan oleh fraksi-fraksi pada pembahasan di DPR. Dengan itu, pembahasan RUU Pemilu tidak sulit dan tidak berlama-lama.

"Kita harapkan apa yang diputuskan di DPR tidak terlalu jauh dari apa yang telah ditetapkan di Setgab," tutur Menteri Koperasi dan UKM itu.

Sumber : beritasatu.com

BULOG TARGETKAN SERAP 43.293 TON BERAS PETANI

Tahun ini, dalam prognosanya, Bulog menargetkan mampu menyerap hingga 43.293 ton setara beras dari petani Lamongan. Prognosa tersebut terungkap dalam Sosialisasi Pengadaan Gabah Dalam Negeri (ADA DN) di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Selasa (31/1) yang dihelat Bagian Perekonomian Pemkab Lamongan.

Kabag Perekonomian Mochammad Faiz Junaedi dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, terkait ADA DN tahun 2012 yang dilakukan pemerintah melalui Bulog, telah ditentukan 42 mitra kerja terseleksi. Mitra kerja ini diantaranya terdiri dari tiga unit Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), empat unit Koperasi Unit Desa (KUD), 33 unit Usaha Penggilingan Padi.

“Selain program pengadaan beras oleh Bulog, Pemkab juga menyediakan anggaran melalui APBD untuk menyerap beras petani. Tahun ini telah disalurkan dana revolving untuk pembelian gabah sebesar Rp 5,5 miliar. Yakni berupa penguatan modal kerja ketahanan pangan sebesar Rp 2 miliar dan penguatan modal kelompok lumbung pangan senilai Rp 3,5 miliar yang disalurkan kepada 37 kelompok lumbung pangan, “ urai dia.

Ditambahkan oleh Faiz, dia meminta agar mitra kerja terseleksi agar segera melakukan kontrak kerja dengan Bulog. Sedangkan yang sudah melakukan kontrak agar segera melakukan pembelian gabah petani di wilayahnya sesuai harga pokok pembelian (HPP) pemerintah. Dia juga berharap kepada camat dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Kehutanan agar mensosialisasikan HPP pemerintah sesuai Inpres nomor 7 tahun 2009.

Sementara Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Damin Hartono Roestam yang juga hadir dalam sosialisasi itu mengatakan tujuan ADA DN adalah untuk menyediakan cadangan pangan nasional. Karena pangan itu, lanjutnya, memiliki nilai strategis. Masih menurut Damin, pengadaan itu terutama untuk meningkatakan ketahanan pangan nasional melalui program raskin.

Dalam sosialisasi yang dihadiri mitra kerja Bulog, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Lamongan Hani Handono dan sejumlah Kepala UPT Dinas Pertanian Kehutanan itu juga terungkap realisasi produksi padi Lamongan tahun 2011 turun hingga 21 persen. Yakni dari realisasi produksi padi tahun 2010 yang mencapai 857.638 ton gabah kering giling (GKG) menjadi 678.042 ton GKG di tahun 2011.

Share

Twitter Facebook Favorites More