Situs Grand Lamongan News, saat ini masih dalam tarap pembangunan. Untuk sementara bisa diakses melalui www.grandlanews.co.cc. Mohon maaf bila tampilan dan isinya masih sangat sederhana.

Thursday, April 5, 2012

SWADAYA ADD MENCAPAI RP 3 MILIAR

Sosialisasi program Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2012 sekaligus pemberian penghargaan kepada desa sebagai pelaksana ADD terbaik tahun 2011 digelar di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (4/4). Hasil evaluasi pelaksanaan ADD menyebutkan partisipasi masyarakat untuk ikut berperan aktif cukup nyata. Hal tersebut terbukti adanya swadaya masyarakat untuk menunjang kegiatan fisik yang terealisasi sebesar Rp 3.443.820.200.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Lamongan MS. Heruwidi. Dalam laporannya tersebut dia mengatakan, hasil evaluasi pelaksanaan program ADD tahun 2011 Kabupaten Lamongan mendapat kucuran dana sebesar Rp 27.328.000.000.

Dengan jumlah dana tersebut rinciannya yaitu untuk biaya operasional pemerintah desa sebanyak 30 persen atau sebesar Rp 5.838.900.000, biaya pemberdayaan masyarakat atau kegiatan fisik sebanyak 70 persen atau sebesar Rp 13.624.100.000, serta biaya bangtuan dusun (bansun) sebesar Rp 7.865.065.000.

“Alhamdulilah partisipasi masyarakat Lamongan untuk ikut berperan aktif dalam pelaksaan program ini cukup nyata. Hal tersebut terbukti adanya swadaya masyarakat untuk menunjang kegiatan fisik yang terealisasi sebesar Rp 3.443.820.200. Dana itu digunakan sebagai pembangunan poros desa sepanjang 176,97 kilometer,” terang Heruwidi. 

Dia menambahkan, dari hasil pelaksaan fisik yang sudah dilaksanakan di 462 desa dan 1.430 dusun se-Kabupaten Lamongan, pihaknya mengaku telah melakukan monitoring atau evaluasi yang bertujuan untuk menyeleksi desa-desa yang melaksanakan program ADD 2011 terbaik dalam hal fisik, administrasi, maupun keterlibatan masyarakatnya.

Dari hasil seleksi itu ditetapkan 12 desa yang pada tanggal 13 sampai 21 Desember 2011 lalu telah dilakukan penilaian oleh tim penilai penghargaan pelaksana program ADD. “Terbaik 1 dengan nilai 88 diraih oleh Desa Mojorejo Kecamatan Modo, terbaik 2 dengan nilai 85 diraih oleh Desa Karangtawar Kecamatan Laren, dan terbaik 3 dengan nilai 80 diraih oleh Desa Sendangagung Kecamatan Paciran,” ujarnya.

Sementara itu menyusul Desa Palangan Kecamatan Karangbinangun, Desa Puncakwangi Kecamatan Babat, Desa Gempolmanis Kecamatan Sambeng, Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong, Desa Payaman Kecamatan Solokuro, Desa Cungkup Kecamatan Pucuk, Desa Brumbun Kecamatan Maduran, Desa Tugu Kecamatan Mantub, dan Desa Sukorame Kecamatan Sukorame.

Heruwidi berharap, hasil dari sosialisasi ini sekiranya dapat berjalan maksimal untuk memberikan penjelasan program ADD tahun 2012 terkait pedoman umum dan teknis serta meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan secara parsitipatif sesuai dengan potensi desa yang ada.

Bupati Lamongan Fadeli dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut mengatakan, dari awal anggaran yang mengarah ke desa-desa memang harus bersinergi terhadap program-program pemerintah yang sudah ada. Program-program prioritas inilah yang terus menambah percepatan program-program Pemerintah Kabupaten Lamongan.

“Saya sampaikan terima kasih. Harapan ke depan khususnya kepada Kepala Desa dapat merangkul semua pihak. Baik dari tokoh-tokoh masyarakatnya, pengurus LPM, dan BPD. Sehingga situasi yang kondusif sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa bisa terjaga dan tercapai,” pungkas Fadeli.

Selain ADD, Pemkab Lamongan melalui APBD juga menganggarkan untuk desa berupa pembangunan 274 ruas jalan poros desa, jembatan dan plengsengan senilai Rp 11, 5 miliar. Juga pembangunan tiga pasar desa senilai Rp 600 juta. Kemudian juga ada bantuan keuangan untuk pemerintahan desa senilai total Rp 35.283.120.000 berupa tunjangan penghasilan aparat pemerintah desa (TPAPD), bantuan tunjangan penghasilan Badan Permusyawaratn Desa (BPD) serta bantuan pembangunan kantor dan balai desa.

Wednesday, April 4, 2012

LOLOSKAN ATLET ATLETIK DI EVENT KEJURNAS

Dua orang atlet cabang olahraga (cabor) atletik Kabupaten Lamongan sukses lolos mewakili Jawa Timur di event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik yang akan berlangsung 12 April mendatang di Jakarta. Mereka berdua adalah Esty Alifia dan Dwi Miftachul Ahyar.

Keduanya masuk tim Kejurnas Jawa Timur setelah lolos seleksi di event Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat Jawa Timur beberapa waktu lalu dan beberapa event lainnya. Di Kejurnas nanti, Esty Alifia akan berlaga di nomor 1000 meter kelompok remaja. Sedangkan Dwi Miftachul Ahyar akan berlaga di nomor lempar lembing.

“Kami mohon doa reestu dari semua pemangku kepentingan dan masyarakat Lamongan semoga keduanya bisa meraih medali dan memberi kebanggaan Lamongan di event nasional, “ ujar pembina atletik Lamongan Hamim Thohari.

Sebelumnya, dalam Kejurda Jawa Timur yang berlangsung 25 Maret lalu di Stadion Pudjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), atlet atletik Lamongan sukes meraih lima medali emas, empat perak dan dua medali perunggu.

Lima medali emas tersebut diraih oleh Febryan Dwi Cahyono untuk dua nomor sekaligus, yakni lempar cakram dan tolak peluru putra. Kemudian medali emas lain diraih oleh Yunior Kristiani Setianingrum di nomor lontar martil putri remaja dan Bagus Abdan Aziz di nomor lari 800 meter putra yunior. Selanjutnya oleh Isma Nur Hafidzah melalui nomor lompat jauh putri junior.

Sedangkan empat medali perak didapat melalui Zogy Prastyo di nomor 100 meter putra yunior dan  Elo Wahyu Parwono di nomor lompat jauh putra remaja. Kemudian Dwi Miftachul Ahyar melalui nomor lempar lembing putra remaja dan melalui nomor lompat tinggi putri remaja oleh Eka Nur Febriyanti.

PDAM PASANG PIPA TRANSMISI BARU

Pelayanan PDAM Lamongan kepada pelanggan selama ini terkendala dengan minimnya jaringan transmisi yang dimiliki. Belum lagi tingkat kebocoran yang mencapai 35,4 persen. Masalah itu nampaknya akan segera berakhir karena tahun ini sudah tersedia anggaran Rp 67 miliar untuk pemasangan pipa air baku 600-500 mm sepanjang sekitar 24.000 meter dari desa Plaosan Babat hingga Jembatan Plalangan, Lamongan, lokasi baru Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM.

Pemasangan pipa air baku tersebut diungkapkan Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni sebagai bagian kelanjutan dari proyek serupa dua tahun sebelumnya oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBBWS). Sedangkan untuk proyek tahun ini sudah dilaksanakan proses pelelangan dan direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2012.

“Pemasangan pipa baru ini diharapkan akan menjadi solusi bagi peningkatan pelayanan air bersih PDAM kepada masyarakat, “ ujar dia kemarin.

Untuk pekerjaan tahun 2010, sebut dia, dilaksanakan pembangunan berupa pembangunan pengadaan dan pemasangan pipa PVC 400 mm sepanjang 1.200 meter. Pipa tersebut dipasang mulai dari intake ke bak prasedimentasi dengan biaya Rp 1,2 miliar di Kecamatan Babat.

Kemudian di tahun 2011, pekerjaan itu dilanjutkan dengan pembangunan intake, bak prasedimentasi dan pemasangan pipa air baku 600 mm sepanjang kurang lebih 1.700 meter. Pekerjaan yang sudah diselesaikan akhir tahun lalu tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 9,1 miliar.

Bupati Fadeli sendiri saat pelantikan Dirut PDAM yang sekarang, Maksum, pada Mei 2011 lalu, memberi dua target utama kepadanya. Yakni yang utama untuk menurunkan tingkat kebocoran air di PDAM hingga bisa mencapai di bawah 20 persen. Kemudian diminta bekerja secara maksimal dan professional.

PDAM saat ini baru bisa mengcover 11,5 persen pelanggan di perkotaan Lamongan, atau mencapai 12.174 sambungan rumah (SR). Realisasi SR tersebut masih jauh dengan target MDGs di tahun 2015 yang harus sudah mengcover 30 persen di wilayah perkotaan. Sementara realisasi produksi air PDAM mencapai 4.664.994 meter kubik.

Monday, April 2, 2012

PERSELA U21 DITARGET MENANGI TIAP PERTANDINGAN

Pasukan muda Persela U21 tahun ini memikul beban berat di pundaknya karena pendahulu mereka sukses meraih juara nasional ISL U21. Senin pagi (2/4) di Guest House Pemkab Lamongan, 23 anggota Persela U21 bersama jajaran manajemen dilepas Bupati Fadeli menuju Kota Malang untuk melakoni babak penyisihan grup. Di pertandingan pertama, mereka akan menghadapi Arema Malang pada 4 April di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Tidak perlu terlalu membeni diri sendiri dengan target harus kembali menjadi juara seperti tahun lalu. Yang terpenting sekarang adalah jaga kekompakan dan mental bertanding sehingga mampu memenangi setiap pertandingan yang dijalani. Saya akan menonton langsung ke Malang jika kalian mampu memenangi dua pertandingan awal di Grup B, “ tandas Fadeli kepada pemain Persela U21.

Dia juga menyebut masih adanya sembilan pemain Persela U21 tahun lalu yang masuk di tim tahun ini menjadi modal berharga tersendiri. Reward, lanjut dia, pasti akan ada untuk setiap prestasi yang diraih. Karena itu dia meminta juga tidak berpikir reward sehingga mengganggu konsentrasi saat bertanding. “Di kesempatan ini, kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Lamongan agar tim ini bisa membawa harum nama Lamongan di level nasional, “ ucap dia.

Manajer Persela U21 Yunan Achmadi menyebutkan, Persela U21 yang diasuh pelatih local Ragil Sudirman itu mulai melakukan seleksi sejak 16 Januari lalu yang diikuti 200 pemain. Mereka berasal dari klub internal Persela dan sejumlah pemain luar Lamongan. pasukan muda Persela ini juga sudah melakoni tujuh pertandingan uji coba dengan meraih semua kemenangan dan tanpa pernah kebobolan. Meski diakui Yunan, lawan selevel hanya Persatu Tuban.

Saat melawan PSHW Babat, mereka menang 9-0. Kemudian menag 3-0 saat melawan Diklat Widodo C Putra, menang 5-0 saat melawan Babat Selection dan menggilas Diklat Pantura Brondong dengan skor 3-0. Selanjutnya saat melawan Persatu Tuban dalam laga away sukses menang tipis dengan skor 1-0 dan menang 7-0 saat kembali melawan Diklat Pantura Brondong dan di laga uji coba terakhir menang 2-0 melawan Persela U19.

Dari lima grup yang ada, di grup B, Persela U21 akan melawan Arema Malang pada pertandingan pertama 4 April nanti. Kemudian melawan Deltras Sidoarjo pada 6 April dan melawan Gresik United pada 8 April. Juara grup akan otomatis lolos ke babak selanjutnya ditambah tiga runner up terbaik.

Total klub yang akan mengikuti kompetisi ISL U-21 berjumlah 19 klub dan terbagi di lima grup berbeda. Lima stadion yang akan menjadi lokasi pertandingan adalah Stadion Krakatau Steel, Cilegon (kandang Persita), Kanjuruhan (Arema), Aji Imbut (Mitra Kutai Kartranegara), Teladan (PSMS Medan) dan Stadion Mandala (Persipura Jayapura).

MENTERI KP LUNCURKAN GEMPITA DAN P2MKP

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif C Sutardjo, Sabtu (31/3) mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Drajat/Paciran/Lamongan. Dalam kunjungannya yang didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manudia Kelautan Perikanan Syarif Wijaya tersebut, dia meluncurkan Program Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan (Gempita) dan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Perikanan (P2MKP) di kawasan minapolitan Lamongan.

Sharif menuturkan, Lamongan yang telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan budidaya di Kecamatan Glagah dan minapolitan perikanan tangkap di Brondong dan Paciran, selanjutnya akan menjadi kawasan P2MKP. Yakni menjadi inkubator bagi bisnis kelautan dan perikanan. Peluncuran program itu sendiir mencakup untuk wilayah Indonesia Timur termasuk Jawa, Bali, NTT dan NTB.

Menurut dia, kementeriannya kini sedang getol meningkatkan pendapatan masyarakat yang bekerja di bidang perikanan budidaya maupu tangkap melalui peningkatan nilai tambah produknya. Dia kemudian mencontohkan komoditas ikan bandeng. Setelah dipanen, ikan bandeng dalam kondisi segar langsung diolah untuk meningkatkan nilai tambahnya dengan mencabut duri dan membersihkannya kemudian dijadikan filet yang nilai jualnya bisa dua hingga tiga kali lipat dari harga ikan mentahnya.

Di kesempatan itu, dia juga menyerahkan bantuan untuk Kabupaten Lamongan. Bantuan itu berupa Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) kepada 16 kelompok senilai Rp 1,6 miliar, paket PUMP budidaya sebanyak 32 paket senilai Rp 2,08 miliar. Kemudian bantuan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Rp 1,417 miliar, fasilitas sarana air bersih tiga unit Rp 3,6 miliar, revitalisasi pasar ikan sebesar Rp 1,350 miliar, serta peralatan sistem rantai dingin Rp 200 juta.

Bupati Lamongan Fadeli menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Lamongan 7,08 persen. Sementara bidang pertanian, termasuk didalamnya komponen perikanan dan kelautan memberi kontribusi mencapai 44,48 persen.

Disebutkan olehnya, tahun 2011 total produksi ikan di lamongan mencapai 107.922,63  ton. Produksi ini adalah yang terbesar dari total produksi perikanan yang mencapai 1,3 juta ton di Jawa Timur. Lamongan memiliki potensi perikanan budidaya dengan luas tambak 1.750,40 hektar, pembudidaya 159.440 orang dan kolam 341,66 hektar.

Fadeli menyebutkan, perhatian pemerintah daerah dalam APBD untuk Dinas Perikanan dan Keluatan mencapai Rp 6,6 miliar lebih, melalui berbagai program. Diantaranya program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan, program pemberdayaan  budidaya perikanan dan program pengembangan perikanan tangkap serta program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi dan program pengembangan sarana dan prasarana penyuluhan.

Share

Twitter Facebook Favorites More