Situs Grand Lamongan News, saat ini masih dalam tarap pembangunan. Untuk sementara bisa diakses melalui www.grandlanews.co.cc. Mohon maaf bila tampilan dan isinya masih sangat sederhana.

Wednesday, May 2, 2012

BBM Batal Naik, Harga Komoditi Mulai Turun

Batalnya kenaikan harga BBM bersubsidi ternyata mulai berimbas pada terkoreksinya harga sejumlah komoditi di sejumlah pasar tradisional di Lamongan. Menjelang rencana kenaikan harga BBM 1 April lalu diikuti kenaikan komoditi di pasaran. Kini seiring terkatung-katungnya rencana kenaikan BBM, penurunan harga komoditi mulai terjadi.

Misalnya Harga beras gula pasir lokal di Pasar Sidoharjo/Lamongan yang turun Rp 200, dari harga minggu lalu Rp 11.000 menjadi Rp 10.800 perkilogram minggu ini. Demikian pula di Pasar Babat juga turun dari harga Rp 10.950 di minggu lalu menjadi Rp 10.800 di minggu ini. Data harga ini sebagaimana pantauan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) setempat.

Harga minyak goreng  curah juga mengalami penurunan. Di Pasar Blimbing/Paciran, minggu lalu dijual seharga Rp 11.550, minggu ini menjadi Rp 11.350. Penurunan sebesar Rp 200 perkilogram juga terjadi di Pasar Mantup. Yakni dari Rp 11.600 menjadi Rp 11.400 perkilogramnya.

Sedangkan harga bawang putih dibeberapa pasar juga mengalami penurunan. Bila minggu lalu di pasar Sidoharjo dan Babat harganya mencapai Rp 11.000, maka minggu ini harganya turun menjadi Rp. 9.000 perkilogram. Demikian juga di pasar Blimbing dan Mantup yang turun dari Rp 11.200 menjadi Rp. 9.100.

Sayangnya turunnya harga bawang putih tidak di ikuti oleh bawang merah. Harga bawang ini justru mengalami kenaikan yang cukup besar dipasar Blimbing dan Mantup. Harga bawang merah naik menjadi Rp. 10.150 dari minggu lalu yang cuma Rp. 9.150 per kilogramnya.

Penurunan yang cukup besar justru terjadi pada cabe rawit. Harga bahan penyuka makanan pedas ini terus saja menurun dari minggu ke minggu. Seminggu yang lalu di pasar Sidoharjo dan Babat cabe rawit dihargai hingga Rp. 25.000 maka minggu ke empat ini hanya Rp 18.000 saja. Di pasar Blimbing dan Mantup pun mengalami hal yang sama harganya turun dari Rp 25.600menjadi Rp. 17.600.

Sementara itu harga lauk-pauk pun tidak mengalami banyak perubahan di minggu ini. Harga daging sapi rata rata sekitar Rp 60.000 per kilogramnya, sedangkan ayam kampung berkisar sekitar  Rp. 54.000 sampai Rp 55.600. Harga telur ayam ras maupun kampung juga tetap yaitu masing-masing Rp 14.000 per kilogram dan Rp 1.500 per butir.

Sumenep Tertarik Kurikulum Bahasa Mandarin


Kecenderungan makin banyaknya produk dari China yang menguasai pasar lokal membuat  Komisi A DPRD Kabupaten Sumenep mengadakan observasi lapangan (OL) untuk mengantisipasi dan kesiapan masyarakat Sumenep. Kabupaten Lamongan dipilih sebagai sasaran OL untuk menambah referensi mereka dalam pengembangan Bahasa Mandarin  di Sumenep.

Rombongan OL Komisi A DPRD Kabupaten Sumenep yang diketuai oleh Titik Suryati yang membawa serta 20 orang anggotanya itu diterima oleh Asisten I Tata Praja Kabupaten Lamongan Luluk Humam di Ruang Sasana Nayaka, Kamis (26/4). Mereka mengadakan OL di Lamongan karena Kota Soto tersebut telah menerapkan kurikulum Bahasa Mandarin di sejumlah sekolahnya sejak lama.

“Abad 21 ini juga ditandai dengan mulai maraknya kebutuhan untuk menggunakan Bahasa Mandarin. Terutama sebagai bekal kompetensi penduduk kami digunakan sebagai bahasa komunikasi dengan mitra dari Mandarin terkait dalam hubungan perdagangan. Karena di era globalisasi ini mereka terbukti sukses dalam menguasai pasar lokal baik dalam skala kecil maupun besar,” kata Titik dalam sambutannya.

Sementara Luluk Humam menjelaskan, program Bahasa Mandarin di Kabupaten Lamongan sudah dibuat payung hukumnya. Yaitu yang tertuang di Peraturan Bupati nomor 16 tahun 2007 tentang pengajaran bahasa mandarin pada sekolah lanjutan tingkat atas.  

“Yang menjadi pilot project pertamakali diterapkan adalah di SMAN 1 dan 2 Lamongan serta SMAN 1 Paciran dengan mendapatkan suntikan dana dari APBD sebesar Rp 150 juta. Selanjutnya, tahun 2008 Pemda mengurangi jatahnya dan hanya menggelontorkan dana sebesar Rp 40 juta dengan harapan akan menjadi project yang mandiri. Tahun 2009 kemudian berkembang menjadi 4 sekolah dan dikucurkan dana Rp 100 juta,” urai Humam.

Program tersebut ternyata berhasil dan sukses diterapkan. Itu terbukti sudah menjadi project yang mandiri tanpa suntikan dana dari Pemda lagi. Dan saat ini sudah berkembang di banyak sekolah mulai dari tingkat SD, SLTP dan SLTA. “Diantaranya SMAN 1 Sukodadi dan Babat, SMPN 1 Lamongan, serta ada 6 SDN yang sudah mengaplikasikan bahasa mandarin secara mandiri,” pungkasnya.

Lomba Hantaran Peringatan Hari Kartini ke 133


Ruang di Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Rabu (25/4),  menjadi meriah oleh suara merdu ibu-bu nggota Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Lamongan yang lomba karaoke dan membuat hantaran pernikahan dari bahan mukena untuk merayakan Hari Kartini. Hari yang merupakan peringakatan lahirnya RA Kartini, pahlawan wanita yang memperjuangkan kebebasan bagi wanita-wanita Indonesia termasuk ibu-ibu Dharma Wanita Setda kabupaten Lamongan.

Seperti yang diungkapkan oleh penasehat Dharma Wanita Persatuan Setda Kabupaten Lamongan Anis Kartika Yurohnur Efendi dalam sambutan pembukaannnya, berkat pejuang wanita tersebut kini wanita-wanita Indonesa memiliki kemerdekaan dari keterbelakangan dan dapat berekspresi untuk mengembangkan potensi disetiap diri. Maka tak heran kalau para anggota Dharma Wanita tersebut merasa wajib memperingati hari kartini ke 133.

Anis mengharapkan agar kecintaan Kartini pada bangsa dan Negara  serta semangatnya untuk menjunjung harkat dan martabat perempuan Indonesia bisa diteladani. Sebelum mengakhiri sambutannya, istri dari Sekretaris Kabupaten Lamongan tersebut mengajak kepada ibu-ibu anggota Dharma Wanita Setda Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta mencari peluang yang dapat memberikan kesempatan untuk menbangun bangsa agar kesetaraan dan keadilan gender dapat terlaksana dengan baik.

Dalam acara ini para ibu-bu wakil dari setiap SKPD ditantang untuk menunjukan kebolehannya dalam berkreasi membuat hantaran dari mukena dan berolah vocal dalam lomba membuat hantaran dan lomba karaoke. Masing-masing lomba diikuti oleh tiga belas peserta. Dalam lomba kreasi hantaran, disajikan berbagai kreasi hanatran yang indah dan penuh kretifitas. Perlengkapan sholat wanita itu disulap menjadi berbagai bentuk yang unik seperti masjid, boneka, dan aneka binatang.

Menurut para juri yang berasal dari tim penggerak PKK Kabupaten Lamongan penilaian didasarkan pada kreatifitas, ketrampilan dan kerapian. Dan yang terpenting adalah hendaknya hasil kreasi tidak merusak mukena yang dibuat. Hal tiu seperti diungkapkan oleh dewan juri saat mengumumkan pemenang. Pemenang I lomba ini di raih oleh Bagian Humas dan Infokom yang di wakili oleh Devy Wahyuningsih dan Dwi Noviyanti, juara kedua diraih oleh BUMD dan KPDE berhasil meraih juara ketiga.

Sedangkan dalam lomba karaoke peserta diwajibkan untuk menyanyikan dua lagu, yakni lagu wajib dan bebas. Satu lagu wajib yang bisa dipilih dari berbagai lagu, seperti mutiara yang hilang dan jalan terbaik, juga sebuah lagu bebas. Dalam memilih lagu bebas para ibu-ibu tidah hanya memilih lagu-lagu pop saja beberapa peserta dengan merdu membawakan lagu-lagu dangdut bahkan rock.

Para peserta penuh percaya diri berdendang dan bergaya diatas  panggung karena aksi panggung memang merupakan slah satu dari empat point yang menjadi penilaian juri disamping vocal, teknik vocal dan pembawaan lagu dan expresi. Peserta yang dianggap terbaik dalam lomba ini adalah ibu Tony Tamtama Jati dari bagian Kemasyarakatan, terbaik kedua dari bagian pembangunan ibu Eko Priyono dan Ibu hurip yang mewakili Kantor Pengolahan Data Elektronik menjadi terbaik ke tiga.

Meskipun sempat berhalangan hadir dari awal acara, tapi ketua tim penggerak PKK Mahdumah Fadeli menyempatkan hadir pada saat peneyerahan hadiah pada pemenang lomba tersebut. “Kita harus meniru teladan RA Kartini, terutama kesabarannya. Kita harus sabar dalam mendampingi suami,” demikian ungkapnya.

LGC 2 Bikin Sampah Bernilai Ekonomi Tinggi


Kegiatan kebersihan sampah program Lamongan Green and Clean (LGC) jilid II yang dimotori oleh Badan Lingkungan Hidup Lamongan tampaknya sudah mulai bergerak menjadi ladang perekonomian bagi warga setempat yang memiliki kreatifitas dan imajinasi tinggi. Orentasi mereka kinipun tidak hanya sekedar lomba tetapi sudah menjadi bagian hidup sehat, sekaligus menjadi masyarakat yang produktif.

Setidaknya itu yang disampaikan Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi saat memberikan sambutannya sekaligus membuka acara Workshop tahap II dan penyerahan hadiah kepada 50 RT terbaik kategori wilayah berkembang yang difokuskan di kecamatan kota, di Shaba Dyaksa setempat, Selasa (24/4). “Saya merasa bangga dengan kondisi yang seperti sekarang kita lakukan,” ujarnya.

Awalnya dulu Pemkab Lamongan tidak menyangka LGC tahap I bisa terlaksana sedemikian bagusnya. Begitu juga dengan saat ini LGC tahap II yang berteakan waste lover dengan titik tekan pengelolaan sampah. “Kita lihat sekarang kebutuhan lingkungan, keindahan lingkungan dan kebutuhan pengelolaan sampah sudah menjadi kebutuhan masyarakat sendiri. Bahkan kegiatan kebersihan sampah pun sudah mulai bergeser menjadi ladang perekonomian bagi warga setempat,” katanya.

LGC tahap II ini lanjut dia, sudah terjadi pergeseran yang cukup signifikan dengan membawa dampak positif. Pasalnya, kata dia, pengelolaan sampah yang awalnya hanya coba-coba sekarang sudah mulai bergerak kea rah lebih baik. Yang semula hanya tumpukan plastik tidak bernilai, sekarang laku untuk dijual. Atau seonggok sampah yang semula hanya disetorkan, ditimbang, kemudian dicatat, sekarang pun itu juga sudah laku dijual. “Artinya ini sudah bergerak ke persoalan lain (bisnis),” ungkapnya.

Selain itu Yuhronur mengatakan ternyata kegiatan LGC tahap II ini juga mampu membangkitkan kebersamaan, kerukunan dan keakraban antar warga karena seringnya melakukan kerja bhakti antar rumah. Karena menurut pengamatannya, semangat kebersamaan dan kegotong-royongan yang dulu sangat kental sekarang dirasakannya sudah mulai mengendur. “Minimal mereka sekarang mau keluar dari pagar,” katanya.   

Sementara itu Kepala BLH Kabupaten Lamongan Aris Wibawa menerangkan, bahwa wilayah perintis yang terdiri dari 46 RT yang tersebar di 27 kecamatan telah selesai dilaksanakan penilaiannya pada tanggal 20 April 2012. Dia melihat bahwa RT-RT perintis tersebut memiliki semangat dan kecintaannya dalam penataan lingkungan yang luar biasa. “Dan itu terbukti bahwa ada peserta yang bisa melampaui wilayah yang ada di Kecamatan Lamongan kota,” pungkasnya.

Secara simbolis Sekkab didampingi Kepala BLH, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Asisten Ekonomi Pembangunan menyerahkan hadiah berupa bantuan komposter (alat pengolah sampah menjadi pupuk). Diantaranya untuk Sukomulyo RT 3/RW 6, Sidokumpul RT 3/RW 1, Deket Kulon RT 1/RW 6, Sukorejo RT 1/RW 2, Sidoharjo RT 3/RW 6, Banjarmendalan RT 1/RW 3, Jetis RT 3/RW 4, Made RT 3/RW 7, Temenggungan RT 3/RW 5 dan Tlogo Anyar RT 2/RW 1.

Kena Tifus dan Liver, Kerjakan UN di Rumah Sakit


Satu orang siswa SMPN 1 Lamongan tepaksa harus mengerjakan soal ujian nasional (UN) SMP sederajat di RSUD dr Soegiri dengan kondisi tangan dipasangai selang infus. M Yudhistira Arif Ramadon (Arif), nama siswa tersebut, harus megerjakan soal UN hari pertama yang mengujikan mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia karena terserang sakit tifus dan liver.

Fakta tersebut kemarin (23/4) terungkap saat Bupati Lamongan Fadeli melakukan sidak hari pertama UN SMP sederajat. Meski di rumah sakit, Arif tetap dijaga seorang pengawas ujian saat mengerjakan soal UN.

Selain mengunjungi peserta UN yang mengerjakan soal di rumah sakit, Fadeli bersama Kepala Dinas Pendidikan Agus Suyanto, Asisten Tata Praja Luluk Humam serta Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni juga melakukan sidak di SMPN 3 Lamongan, SMPN 1 dan SMPN 2 Lamongan. Sidak itu dilakukannya sesaat sebelum siswa mengerjakan soal UN. Sehingga kedatangan rombongan tidak sampai menganggu konsentrasin siswa yang mengerjakan soal UN.

Menurut Ayah siswa yang sakit, Nemu, anaknya jatuh sakit selain karena faktor kelelahan juga dimungkinkan karena shock saat melihat kecelakaan. Dikatakan olehnya, anak pertama dari dua bersaudara itu masuk rumah sakit sejak hari Sabtu lalu (21/4). “Malam hari setelah melihat kecelakaan itu, dia tidak bisa tidur semalaman dan akhirnya saya bawa ke rumah sakit, “ ujar pria yang tinggal di Kecamatan Turi tersebut.

Sebelumnya, saat di SMPN 3 Lamongan Fadeli menyampaikan cukup optimis dengan pelaksanaan UN di Lamongan akan berjalan lancer dan sukses. Bukan hanya tingkat kelulusan yang akan tercapai dengan prosentase tinggi, namun juga secara kualitas sebagaimana tahun lalu. Dia juga cukup optimis, sebagaimana UN tahun lalu, tidak akan terjadi kebocoran soal di Lamongan.

Tahun lalu, seperti diungkapkan Mohammad Zamroni, siswa Lamongan meraih rangking pertama nilai rata-rata UNH SMP sederajat se Jatim dengan nilai rata-rata 33,57. Kemudian SMPN 2 Lamongan dengan nilai rata-rata 36,2 menjadi yang terbaik kedua se Jatim. Untuk MTs sederajat juga menjadi yang terbaik di Jatim dengan nilai rata-rata 33,36. Kemudian MTs Miftahul Ulum menduduki rangking kedua nilai rata-rata UNMTs swasta se Jatim.

Terpisah, Agus Suyanto mengungkapkan UN SMP sederajat tahun ini diikuti 19.579 orang siswa di 308 lembaga negeri dan swasta. Degnan rincian, di 50 lembaga sekolah negeri diikuti 9.607 siswa dan di 258 lembaga sekolah swasta diikuti sebanyak 9.972 peserta. Jumlah tersebut termasuk dua lembaga SMP luar biasa (SMPLB) swasta dengan peserta sebanyak tujuh orang.

UN SMP sederajat kali ini melibatkan sebanyak 2.248 pengawas ujian dengan system silang penuh. Yakni antara guru pengawas SMP dengan MTs dan antar guru pengawas SMP dengan SMP namun antar sub rayon. Sementara ruang ujian yang digunakan mencapai 1.124 unit kelas.

Share

Twitter Facebook Favorites More