Situs Grand Lamongan News, saat ini masih dalam tarap pembangunan. Untuk sementara bisa diakses melalui www.grandlanews.co.cc. Mohon maaf bila tampilan dan isinya masih sangat sederhana.

Monday, May 7, 2012

POLRES KINI MILIKI POLAIR


Polres Lamongan kini memiliki satuan pengamanan di wilayah perairan. Hal ini karena memang kebutuhan di Lamongan yang memiliki panjang pantai hingga 47 kilometer. Peresmian Kantor Satuan Polisi Perairan itu kemarin dikukuhkan kemarin (5/5) di Kecamatan Brondong oleh Bupati Lamongan Fadeli.

Sebelumnya Lamongan sudah memiliki satuan ini namun masih dibawah komando Dir Polair Polda Jatim yang kemudian diserahkan kepada Polres Lamongan pada 25 April lalu oleh Kapolda Jatim bersamaan dengan Satpolair Polres Bangkalan dan Situbondo. Hadir dalam peresmian itu Kapolres Lamongan AKBP Marsudianto dan Dandim 0812 Letkol Inf. Yudha Fitri.

 “Alhamdulillah Lamongan kini memiliki Satuan Polisi Perairan. Kami harap agar selanjutnya untuk terus meningkatkan kerjasama dengan nelayan Lamongan yang jumlahnya mencapai lebih dari 28 ribu orang. Sehingga semakin mantap kemanan dan aman ketertiban di perairan kita. Begitu juga dengan sejumlah industry bahari di pantura ini yang sedang tumbuh dan berkembang pesat, “ ujar Fadeli dalam sambutannya.

Fadeli menyebutkan industry bahari di Lamongan terus berkembang. Mulai dari Lamongan Shorebase, industry dok perkapalan, ASDP, WBL dan industry perikanan. Terlebih Lamongan kini ditetapkan sebagai kawasan minapolitian perikanan tangkap sehingga akan mengoptimalkan potensi bahari Lamongan.

Dia kemudian menyebut produksi ikan tangkap Lamongan tahun lalu mencapai 68,302 ton yang merupakan terbesar di Jawa Timur. Sementara total produksi perikanan di Lamongan mencapai lebih dari 107 ribu  ton.

LAUNCHING PONDOK MERAH JAMBU


Penyakit kanker leher rahim merupakan penyakit penyebab nomer satu kematian ibu sedunia. Meskipun begitu bila ditemukan sejak dini, penyakit ini bisa disembuhkan 100 persen. Sayangnya untuk itu diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Berangkat dari keprihatinan atas fakta tersebut maka Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Lamongan mendirikan Pondok ‘Merah Jambu’. Sebuah tempat dimana bisa didapatkan berbagai fasilitas pendeteksian dan pencegahan kanker yang hanya menyerang wanita ini.  Demikian disampaikan oleh ketua panitia pembukaan pondok merah jambu Anis Kartika Yurohnur Efendi dalam sambutannya.

Diharapkan setelah launching Pondok Merah Jambu Lamongan ini, penyakit kanker leher rahim bisa ditemukan Sedini mungkin. Juga agar semua ibu usia subur akan mudah mendapatkan pelayanan deteksi dini kanker leher rahim. Sehingga angka kesakitan maupun kematian ibu akibat penyakit kanker leher rahin bisa diturunkan.

Pondok yang sengaja diberi warna merah jambu atau pink karena merupakan simbol seorang wanita tersebut memang memberikan beberapa pelayanan khusus wanita dengan biaya yang terjangkau. Diantaranya pap smear dan anstepen, Iva, Pa + Biopsi. Selain itu para wanita juga bisa berkonsultasi anstepen dan kontrasepsi. Dan  bagi pasien Jamkesmas yang mengingnkan pap smear dan anstepen bisa dilayani dengan membawa kartu Jamkesmas. Bertempat di jalan Choirul Huda 20 Lamongan pondok ini sementara buka hanya pada hari Rabu saja.

Acara launching Pondok Merah Jambu yang dihadiri oleh ketua YKI Cabang Lamongan Mahdumah Fadeli dan direktur beberapa rumah sakit negeri dan swasta di Kabupaten Lamongan itu diresmikan penggunaannya oleh Bupati Fadeli. Dalam Sambutanya Bupati Lamongan menyatakan kebanggaannya atas prestasi dan kinerja dari YKI yang telah berhasil menggagas fasilitas kesehatan ini. Selanjutnua dia mengharapkan agar YKI terus melakukan sosialisasi dan menyampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa paham dan mengerti sehingga bisa sminimal mungkin bisa dicegah.

YKI di Lamongan ini telah berdiri sejak 7 desember 2001 silam. Secara giat, lembaga ini telah melakukan sosialisasi deteksi dini kanker. di Tahun 2011, YKI Cabang Lamongan telah melayani pemeriksaan pap smear kepada 1.090 ibu-ibu. Sementara perhatian pemerintah daerah diberikan melalui RSUD dr Soegiri yang memiliki klinik onkologi dengan dilengkapi peralatan untuk mendeteksi kanker dengan metode mamografi.

PRIA MASIH ENGGAN KB MOP


Meski target peserta program keluarga berencana (KB) baru di Lamongan melampaui target, mencapai 118,69 persen, namun masih belum mampu mengatasi keengganan kaum pria untuk mengikuti KB Metode Operasi Pria (MOP). Proporsinya hanya mencapai 0,12 diantara enam metode KB lainnya.

Diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Lamongan Hamdani Azahari melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni, peserta KB baru tertinggi di Lamongan tahun 2011 lalu adalah dengan metode suntik, mencapai 21.073 orang.  Atau mencapai 48 persen dari keseluruhan capaian peserta KB Baru.

Peserta KB suntik ini jauh diatas peserta KB metode MOP yang sebanyak 48 peserta. Sedangkan kaum hawa yang menjadi peserta KB baru metode MOW mencapai 516 orang. Dia menyebut masih rendahnya kaum pria yang mengikuti KB jenis MOP ini karena masih kurangnya pemahaman mengenai kontrasepsi pria. Untuk itu, lanjut dia, kedepan akan terus diupayakan kemitraan dengan berbagai sektor seperti dengan TNI, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Dia menyebut selama ini banyak rumor yang salah tentang alat kontrasepsi KB dengan jenis MOP. Rumor yang salah itu sering menyamakan MOP dengan dikebiri. Padahal antara ada perbedaan signifikan antara dikebiri dan alat kontrasepsi dengan MOP. Dijelaskan olehnya, kebiri adalah pengangkatan testis. Sementara MOP dilakukan dengan membuat satu atau dua sayatan kecil pada kulit scrotum (kantung buah zakar), kemudian saluran keluarnya diikat sehingga ketika keluar sudah tidak mengandung sperma lagi.

“Jadi dengan MOP produksi hormon testoteron pria tetap berjalan seperti biasa. Sementara kebiri membuat laki-laki tidak bisa produksi sperma lagi. Demikian pula MOP ini tidak menimbulkan impotensi. Semua fungsi kejantanan laki-laki masih normal setelah lakukan metode MOP. Malahan dengan MOP ini akan tunjukkan rasa sayang suami pada isteri karena mengambil alih tanggup jawab isteri yang biasanya menggunakan alat kontrasepsi ketika pasangan sudah bersepakat untuk tidak memiliki anak lagi, “ terangnya.

Selanjutnya diungkapkan olehnya, dari target 37.215 peserta, tercapai 44.172 orang peserta. Capaian serupa juga terjadi untuk peserta KB aktif. Yakni dari target 188.161 pemenuhan permintaan masyarakat (PPM), tercapai 234.915 PPM, atau mencapai 124,85 persen.

Lebih rinci disebutkannya, di tahun 2011, jumlah peserta KB baru untuk metode IUD (Intra Uterine Device)mencapai 3.046 orang. Kemudian metode kondom mencapai 1.629 orang, metode implant sebanyak 7.103 orang dan metode pil mencapai 10.757 orang.

Tahun 2012 ini, BPPKB memperkirakan permintaan masyarakat untuk menjadi peserta KB Baru di Lamongan bisa mencapai 36.849 orang.

Wednesday, May 2, 2012

Hardiknas, 1000 Siswa Memainkan Angklung


Sejumlah 1.000 anak-anak dari lembaga pendidikan SD/MI se-Kecamatan Lamongan unjuk kebolehan memainkan tiga lagu dengan membunyikan musik angklung untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di alun-alun Kabupaten Lamongan, Rabu (2/5). Lagu Suwe Ora Jamu, Gemerlap dan Hymne Guru adalah judul tiga lagu yang dimainkan dengan alat musik yang telah ditetapkan organisasi pendiikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dunia milik PBB, UNESCO tersebut sebagai warisan budaya dunia (The Intangible Heritage).

Dibawah asuhan Rahardjo selaku Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Lamongan dan dibawah konduktor Amin Khusnul Khotimah guru dari SDN Jetis 3 Kecamatan Lamongan, tampil cukup apik dan rancak memainkan. “Lagu Gemerlap dinyanyikan oleh Amanda Farida Abdilah dari SD Muhammadiyah. Sedangan Hymne guru dilantunkan oleh Fawas Azarah Safah Eranda dari SDN Jetis 3,” ungkap Rahardjo, pencipta lagu Gemerlap yang merupakan akronim dari gerakan membangun ekonomi rakyat Lamongan berbasis pedesaan itu.

Sementara itu dalam sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh yang dibacakan oleh Bupati Lamongan Fadeli, dia mengatakan peringatan Hardiknas tahun ini patut disyukuri karena bidang kebudayaan telah kembali ke “rumah besar” pendidikan setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun. Kementerian ini, lanjut dia terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, sejatinya kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Ibarat dua keping mata uang, yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai yang sama; tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya yang menyertainya. “Sudah tentu tambahan amanah ini jangan diartikan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya,” katanya.

Dengan mengusung tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia, dia mengatakan pada tahun 2010 sampai tahun 2035 harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka. “Oleh karena itu, kita harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi. Tentu perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya. 

Sedangkan saat tasyakuran Hardiknas di Gedung Handayani Dinas Pendidikan setempat, Kadisdik Agus Suyanto menyampaikan akan menjaga komitmennya bersama Bupati Lamongan untuk menggratiskan biaya sekolah siswa tidak mampu yang diterima di sekolah dengan status Rintisan Sekolah Betaraf Internasional (RSBI). Ditegaskan olehnya, dia telah menyiapkan kuota 20 persen untuk siswa tidak mampu di sekolah RSBI. “Jika ada siswa tidak mampu yang mengikuti tes di RSBI, maka biaya tesnya gratis. Demikian pula jika dia diterim a di RSBI juga akan digratiskan, “ pungkasnya. Seusai upacara, Fadeli menyematkan Satya Lencana Pnegabdian kepada 21 PNS di Lamongan yang masa bhaktinya diatas 10 tahun.

Gus Ipul Lantik Kamabicab dan Kakwarda Bersama 469 Kamabisa/Kel


Bersamaan dengan pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) dan Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lamongan, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim Saifullah Yusuf  (Gus Ipul) juga melantik 468 Ketua Majelis Pembimbing Desa/Kelurahan (Mabisa/Kel) di bumi perkemahan Waduk Gondang, Senin (30/1). Kegiatan itu dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan perkemahan Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat) di lokasi yang sama.

Dilantik  oleh Gus Ipul sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Lamongan periode 2010-2015 adalah Bupati Lamongan Fadeli. Dengan wakil ketuanya Wabup Amar Saifudin, Sekretaris Kajari Dyah Retnowati Astuti, ketua harian Ketua DPRD Makin Abbas dan anggota Mabicab adalah Kapolres AKBP Marsudianto dan Dandim 0812 Letkol Inf Yudha Fitri.

Sementara jajaran pengurus Kwarcab periode 2012-2017 adalah Sekkab Yuhronur Effendi sebagai ketuanya. Dilantik juga di kesempatan itu Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Pramuka Lamongan yang diketuai Kepala Inspektorat Ismunawan.

Gus Ipul menyatakan gerakan pramuka tidak ketinggalan jaman, karena pramuka menghadirkan kegiatan-kegiatan yang baik dan kostruktif. Pramuka mengajarkan masyarakat untuk mencintai sesama dan alam. Hal itu adalah ajaran  yang maju dan modern. Dia juga menyatakan pramuka berfungsi mengisi kegiatan siswa antara sekolah dan rumah.Karena banyak hal-hal buruk bisa terjadi diantara kegiatan sekolah dan dirumah. “Saat itu anak-anak tidak dalam pengawasan guru maupun orang tua, “ ungkap Gus Ipul.

Dia juga menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya milik pemerintah, gubernur, bupati atau mereka yang berpakaian pramuka saja. Tapi lebih dari itu, pramuka adalah milik rakyat. Selanjutnya kepada pengurus yang baru dilantik, Wakil Gubernur Jawa Timur itu berharap agar mereka bisa menjadikan pramuka sesuai dengan kondisi hari iniseperti dalam penggunaan teknologi.

Sedangkan Fadeli dalam sambutannya menyampaikan seiring dengan upaya untuk terus mencapai prestasi yang lebih baik, Pramuka Lamongan beberapa tahun terakhir telah mengukir berbagai prestasi yang sangat membanggakan. Pramuka Lamongan terus bekerja keras dan tidak pernah ketinggalan untuk mengikuti berbagai event penting.

“Jambore pramuka baik nasional maupun internasional selalu diikuti. Antara lain jambore internasional di Inggris, India, Thailand maupun Singapura. Terakhir mengikuti jambore pramuka se-dunia di Kristiandad, Swedia yang diwakili anggota pramuka Gugus Depan (Gudep) Pondok Pesantren Al Ishlah Paciran. Karena keaktifan dan prestasinya, sehingga Lamongan masuk 4 besar Jatim sebagai Kwarcab tergiat, “ ungkap dia.

Pada tataran Kwarcab Pramuka Lamongan sendiri, Fadeli mengungkapkan ada aktifitas dan kegiatan secara teratur, terprogram dan terencana yang telah dilaksanakan. Seperti Dianpinsat yang dimulai kemarin dengan tujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan.

Kegiatan Dianpinsat tahun 2012 ini diikuti oleh 215 sangga dengan peserta kurang lebih 2.150 orang anggota pramuka penegak dari SMA, SMK, MA se-Kabupaten Lamongan. Dimana dalam Dianpinsat tahun ini diisi dengan unjuk terampil anggota pramuka dari Gudep Pondok Pesantren Al Ishlah Paciran. Berbagai atraksi ditampilkan, diantaranya pencak silat dan marching band. Acara ditutup dengan penyerahan tunas kelapa oleh salah satu anggota pramuka kepada Kakwarcab Gerakan Pramuka Lamongan Yuhronur Efendi.

Share

Twitter Facebook Favorites More