Situs Grand Lamongan News, saat ini masih dalam tarap pembangunan. Untuk sementara bisa diakses melalui www.grandlanews.co.cc. Mohon maaf bila tampilan dan isinya masih sangat sederhana.

Thursday, April 5, 2012

LAMONGAN RAIH PKH AWARD 2012

Diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Imam Trisno Edy di Yogyakarta, Selasa malam (3/4), Pemkab Lamongan meraih PKH Awards tahun 2012. Penghargaan untuk wilayah Indonesia Tengah itu itu diberikan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program Keluarga Harapan (PKH) Wilayah Indonesia Tengah 3-5 April di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.

Melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni, Imam Trisno Edy mengatakan penghargaan itu diberikan kepada Lamongan karena tingkat verifikasinya tertinggi. Lebih lanjut dijelaskan olehnya, sebagai program bantuan bersyarat, penerima PKH rutin diverifikasi oleh petugas terkait ketaatan kewajiban penerima.

Peserta PKH, kata dia, harus mentaati sejumlah aturan ketat. Seperti di Bidang Pendidikan, jika ditemukan anak dari peserta PKH yang tidak bersekolah, maka alokasi uang untuknya akan langsung dipotong di bulan berikutnya. Demikian pula di Bidang Kesehatan, jika sampai ditemukan penerima PKH tidak rutin membawa balitanya ke posyandu, dananya juga akan dipotong.

“Petugas di Lamongan secara rutin dan insentif mensosialisasikan kewajiban ini kepada peserta PKH sehingga tingkat verifikasinya tertinggi di wilayah Indonesia Tengah. Verifikasi menjadi unsur penting yang membedakan PKHdengan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dari verifikasilah dapat dipantau kepatuhan komitmen RTSM penerima danaPKH. Jika ketahuan menyalahi komitmen, dananya bisa dipotong. Lewat PKH, penerimanya dipaksa untuk hidup sehat dan memberikan jaminan pendidikan pada anak dari keluarga miskin hingga tingkat SMP, “ ucap dia.

Sesuai dengan ketentuan, sanksi untuk pelanggaran komitmen adalah pengurangan alokasi tahapan pencairan selanjutnya sebesar Rp 50 ribu. Sanksi diberikan jika peserta tidak memenuhi komitmen di bidang pendidikan dan kesehatan. Di bidang kesehatan jika peserta tidak memeriksakan ke fasilitas kesehatan untuk setiap bulannya. Sementara komponen pendidikan, jika tidak hadir di fasilitas pendidikan kurang dari 85 persen setiap bulannya.

Sementara itu, alokasi peserta PKH berkurang setiap tahunnya di tiap tahapan pencairan karena adanya verifikasi. Tahun 2007, pada tahap pertama ada 31.520 RTSM dengan nilai pencairan Rp 11.564.894.000. Sementara tahap 2 menjadi 31.529 RTSM dengan anggaran Rp 12.524.923.000 dan tahap ketiga menjadi 31.530 RTSM dan cair Rp 12.544.858.000.

Selanjutnya di tahun 2008 turun menjadi 30.735 RTSM dan cair Rp 12.280.357.000 pada tahap pertama. Kemudian di tahap kedua RTSM penerima turun menjadi 29.497 RTSM dengan anggarn sebesar Rp 11.075.352.000 dan di tahap ketiga menjadi 29.421 RTSM dengan anggaran sebesar Rp 11.045.315.000.

Sedangkan di tahun 2009, tahap pertama terdapat 27.530 RTSM dengan pencairan dana Rp 10.373.392.000, tahap kedua untuk 27.281 RTSM dengan dana Rp 10.215.697.000, serta di tahap ketiga terdapat 26.322 RTSM dengan jumlah dana yang dicairkan Rp 9.826.157.000.

Tahun 2010, tahap pertama terdapat 28.475 RTSM dengan dana Rp 7.947.750.000, tahap kedua terdata 28.720 RTSM dengan dana Rp 7.769.150.000, dan tahap ketiga ada 27.424 RTSM dengan pencairan dana mencapai Rp 7.403.800.000.

Kemudian tahun 2011 tahap pertama menjadi 27.988 RTSM dengan dana Rp 7.702.050.000, tahap kedua sebanyak 27.932 RTSM dengan pencairan Rp 7.690.300.000, tahap ketiga sebanyak 26.580 RTSM dan Rp 7.184.700.000. sedangkan tahun ini baru dicairkan untuk tahapan pertama kepada 26.596 RTSM sebesar Rp 7.314.350.000.

SWADAYA ADD MENCAPAI RP 3 MILIAR

Sosialisasi program Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2012 sekaligus pemberian penghargaan kepada desa sebagai pelaksana ADD terbaik tahun 2011 digelar di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (4/4). Hasil evaluasi pelaksanaan ADD menyebutkan partisipasi masyarakat untuk ikut berperan aktif cukup nyata. Hal tersebut terbukti adanya swadaya masyarakat untuk menunjang kegiatan fisik yang terealisasi sebesar Rp 3.443.820.200.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Lamongan MS. Heruwidi. Dalam laporannya tersebut dia mengatakan, hasil evaluasi pelaksanaan program ADD tahun 2011 Kabupaten Lamongan mendapat kucuran dana sebesar Rp 27.328.000.000.

Dengan jumlah dana tersebut rinciannya yaitu untuk biaya operasional pemerintah desa sebanyak 30 persen atau sebesar Rp 5.838.900.000, biaya pemberdayaan masyarakat atau kegiatan fisik sebanyak 70 persen atau sebesar Rp 13.624.100.000, serta biaya bangtuan dusun (bansun) sebesar Rp 7.865.065.000.

“Alhamdulilah partisipasi masyarakat Lamongan untuk ikut berperan aktif dalam pelaksaan program ini cukup nyata. Hal tersebut terbukti adanya swadaya masyarakat untuk menunjang kegiatan fisik yang terealisasi sebesar Rp 3.443.820.200. Dana itu digunakan sebagai pembangunan poros desa sepanjang 176,97 kilometer,” terang Heruwidi. 

Dia menambahkan, dari hasil pelaksaan fisik yang sudah dilaksanakan di 462 desa dan 1.430 dusun se-Kabupaten Lamongan, pihaknya mengaku telah melakukan monitoring atau evaluasi yang bertujuan untuk menyeleksi desa-desa yang melaksanakan program ADD 2011 terbaik dalam hal fisik, administrasi, maupun keterlibatan masyarakatnya.

Dari hasil seleksi itu ditetapkan 12 desa yang pada tanggal 13 sampai 21 Desember 2011 lalu telah dilakukan penilaian oleh tim penilai penghargaan pelaksana program ADD. “Terbaik 1 dengan nilai 88 diraih oleh Desa Mojorejo Kecamatan Modo, terbaik 2 dengan nilai 85 diraih oleh Desa Karangtawar Kecamatan Laren, dan terbaik 3 dengan nilai 80 diraih oleh Desa Sendangagung Kecamatan Paciran,” ujarnya.

Sementara itu menyusul Desa Palangan Kecamatan Karangbinangun, Desa Puncakwangi Kecamatan Babat, Desa Gempolmanis Kecamatan Sambeng, Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong, Desa Payaman Kecamatan Solokuro, Desa Cungkup Kecamatan Pucuk, Desa Brumbun Kecamatan Maduran, Desa Tugu Kecamatan Mantub, dan Desa Sukorame Kecamatan Sukorame.

Heruwidi berharap, hasil dari sosialisasi ini sekiranya dapat berjalan maksimal untuk memberikan penjelasan program ADD tahun 2012 terkait pedoman umum dan teknis serta meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan secara parsitipatif sesuai dengan potensi desa yang ada.

Bupati Lamongan Fadeli dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut mengatakan, dari awal anggaran yang mengarah ke desa-desa memang harus bersinergi terhadap program-program pemerintah yang sudah ada. Program-program prioritas inilah yang terus menambah percepatan program-program Pemerintah Kabupaten Lamongan.

“Saya sampaikan terima kasih. Harapan ke depan khususnya kepada Kepala Desa dapat merangkul semua pihak. Baik dari tokoh-tokoh masyarakatnya, pengurus LPM, dan BPD. Sehingga situasi yang kondusif sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa bisa terjaga dan tercapai,” pungkas Fadeli.

Selain ADD, Pemkab Lamongan melalui APBD juga menganggarkan untuk desa berupa pembangunan 274 ruas jalan poros desa, jembatan dan plengsengan senilai Rp 11, 5 miliar. Juga pembangunan tiga pasar desa senilai Rp 600 juta. Kemudian juga ada bantuan keuangan untuk pemerintahan desa senilai total Rp 35.283.120.000 berupa tunjangan penghasilan aparat pemerintah desa (TPAPD), bantuan tunjangan penghasilan Badan Permusyawaratn Desa (BPD) serta bantuan pembangunan kantor dan balai desa.

Wednesday, April 4, 2012

LOLOSKAN ATLET ATLETIK DI EVENT KEJURNAS

Dua orang atlet cabang olahraga (cabor) atletik Kabupaten Lamongan sukses lolos mewakili Jawa Timur di event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik yang akan berlangsung 12 April mendatang di Jakarta. Mereka berdua adalah Esty Alifia dan Dwi Miftachul Ahyar.

Keduanya masuk tim Kejurnas Jawa Timur setelah lolos seleksi di event Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat Jawa Timur beberapa waktu lalu dan beberapa event lainnya. Di Kejurnas nanti, Esty Alifia akan berlaga di nomor 1000 meter kelompok remaja. Sedangkan Dwi Miftachul Ahyar akan berlaga di nomor lempar lembing.

“Kami mohon doa reestu dari semua pemangku kepentingan dan masyarakat Lamongan semoga keduanya bisa meraih medali dan memberi kebanggaan Lamongan di event nasional, “ ujar pembina atletik Lamongan Hamim Thohari.

Sebelumnya, dalam Kejurda Jawa Timur yang berlangsung 25 Maret lalu di Stadion Pudjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), atlet atletik Lamongan sukes meraih lima medali emas, empat perak dan dua medali perunggu.

Lima medali emas tersebut diraih oleh Febryan Dwi Cahyono untuk dua nomor sekaligus, yakni lempar cakram dan tolak peluru putra. Kemudian medali emas lain diraih oleh Yunior Kristiani Setianingrum di nomor lontar martil putri remaja dan Bagus Abdan Aziz di nomor lari 800 meter putra yunior. Selanjutnya oleh Isma Nur Hafidzah melalui nomor lompat jauh putri junior.

Sedangkan empat medali perak didapat melalui Zogy Prastyo di nomor 100 meter putra yunior dan  Elo Wahyu Parwono di nomor lompat jauh putra remaja. Kemudian Dwi Miftachul Ahyar melalui nomor lempar lembing putra remaja dan melalui nomor lompat tinggi putri remaja oleh Eka Nur Febriyanti.

PDAM PASANG PIPA TRANSMISI BARU

Pelayanan PDAM Lamongan kepada pelanggan selama ini terkendala dengan minimnya jaringan transmisi yang dimiliki. Belum lagi tingkat kebocoran yang mencapai 35,4 persen. Masalah itu nampaknya akan segera berakhir karena tahun ini sudah tersedia anggaran Rp 67 miliar untuk pemasangan pipa air baku 600-500 mm sepanjang sekitar 24.000 meter dari desa Plaosan Babat hingga Jembatan Plalangan, Lamongan, lokasi baru Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM.

Pemasangan pipa air baku tersebut diungkapkan Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni sebagai bagian kelanjutan dari proyek serupa dua tahun sebelumnya oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBBWS). Sedangkan untuk proyek tahun ini sudah dilaksanakan proses pelelangan dan direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2012.

“Pemasangan pipa baru ini diharapkan akan menjadi solusi bagi peningkatan pelayanan air bersih PDAM kepada masyarakat, “ ujar dia kemarin.

Untuk pekerjaan tahun 2010, sebut dia, dilaksanakan pembangunan berupa pembangunan pengadaan dan pemasangan pipa PVC 400 mm sepanjang 1.200 meter. Pipa tersebut dipasang mulai dari intake ke bak prasedimentasi dengan biaya Rp 1,2 miliar di Kecamatan Babat.

Kemudian di tahun 2011, pekerjaan itu dilanjutkan dengan pembangunan intake, bak prasedimentasi dan pemasangan pipa air baku 600 mm sepanjang kurang lebih 1.700 meter. Pekerjaan yang sudah diselesaikan akhir tahun lalu tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 9,1 miliar.

Bupati Fadeli sendiri saat pelantikan Dirut PDAM yang sekarang, Maksum, pada Mei 2011 lalu, memberi dua target utama kepadanya. Yakni yang utama untuk menurunkan tingkat kebocoran air di PDAM hingga bisa mencapai di bawah 20 persen. Kemudian diminta bekerja secara maksimal dan professional.

PDAM saat ini baru bisa mengcover 11,5 persen pelanggan di perkotaan Lamongan, atau mencapai 12.174 sambungan rumah (SR). Realisasi SR tersebut masih jauh dengan target MDGs di tahun 2015 yang harus sudah mengcover 30 persen di wilayah perkotaan. Sementara realisasi produksi air PDAM mencapai 4.664.994 meter kubik.

Monday, April 2, 2012

PERSELA U21 DITARGET MENANGI TIAP PERTANDINGAN

Pasukan muda Persela U21 tahun ini memikul beban berat di pundaknya karena pendahulu mereka sukses meraih juara nasional ISL U21. Senin pagi (2/4) di Guest House Pemkab Lamongan, 23 anggota Persela U21 bersama jajaran manajemen dilepas Bupati Fadeli menuju Kota Malang untuk melakoni babak penyisihan grup. Di pertandingan pertama, mereka akan menghadapi Arema Malang pada 4 April di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Tidak perlu terlalu membeni diri sendiri dengan target harus kembali menjadi juara seperti tahun lalu. Yang terpenting sekarang adalah jaga kekompakan dan mental bertanding sehingga mampu memenangi setiap pertandingan yang dijalani. Saya akan menonton langsung ke Malang jika kalian mampu memenangi dua pertandingan awal di Grup B, “ tandas Fadeli kepada pemain Persela U21.

Dia juga menyebut masih adanya sembilan pemain Persela U21 tahun lalu yang masuk di tim tahun ini menjadi modal berharga tersendiri. Reward, lanjut dia, pasti akan ada untuk setiap prestasi yang diraih. Karena itu dia meminta juga tidak berpikir reward sehingga mengganggu konsentrasi saat bertanding. “Di kesempatan ini, kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Lamongan agar tim ini bisa membawa harum nama Lamongan di level nasional, “ ucap dia.

Manajer Persela U21 Yunan Achmadi menyebutkan, Persela U21 yang diasuh pelatih local Ragil Sudirman itu mulai melakukan seleksi sejak 16 Januari lalu yang diikuti 200 pemain. Mereka berasal dari klub internal Persela dan sejumlah pemain luar Lamongan. pasukan muda Persela ini juga sudah melakoni tujuh pertandingan uji coba dengan meraih semua kemenangan dan tanpa pernah kebobolan. Meski diakui Yunan, lawan selevel hanya Persatu Tuban.

Saat melawan PSHW Babat, mereka menang 9-0. Kemudian menag 3-0 saat melawan Diklat Widodo C Putra, menang 5-0 saat melawan Babat Selection dan menggilas Diklat Pantura Brondong dengan skor 3-0. Selanjutnya saat melawan Persatu Tuban dalam laga away sukses menang tipis dengan skor 1-0 dan menang 7-0 saat kembali melawan Diklat Pantura Brondong dan di laga uji coba terakhir menang 2-0 melawan Persela U19.

Dari lima grup yang ada, di grup B, Persela U21 akan melawan Arema Malang pada pertandingan pertama 4 April nanti. Kemudian melawan Deltras Sidoarjo pada 6 April dan melawan Gresik United pada 8 April. Juara grup akan otomatis lolos ke babak selanjutnya ditambah tiga runner up terbaik.

Total klub yang akan mengikuti kompetisi ISL U-21 berjumlah 19 klub dan terbagi di lima grup berbeda. Lima stadion yang akan menjadi lokasi pertandingan adalah Stadion Krakatau Steel, Cilegon (kandang Persita), Kanjuruhan (Arema), Aji Imbut (Mitra Kutai Kartranegara), Teladan (PSMS Medan) dan Stadion Mandala (Persipura Jayapura).

Share

Twitter Facebook Favorites More